Praktik Sewa Rahim (Surrogacy) : Analisis Etika Medis, Hukum, dan Perspektif Islam
DOI:
https://doi.org/10.30736/2nf95r84Keywords:
Bioethics, Medical ethics, Indonesian law, Surrogacy, IslamAbstract
Praktik surrogacy dalam teknologi reproduksi berbantu (TRB) menciptakan masalah kompleks dalam etika, hukum, dan agama di Indonesia. Masalah ini berkaitan dengan kejelasan nasab, potensi eksploitasi perempuan, dan status hukum anak yang dilahirkan. Situasi ini menunjukkan kurangnya kesiapan regulasi dan norma sosial-keagamaan dalam menghadapi perkembangan teknologi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik surrogacy dari sudut pandang etika medis, hukum positif, dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif naratif yang melibatkan studi literatur dan wawancara semi-terstruktur dengan lima informan yang dipilih secara purposif. Informan terdiri dari tokoh agama, tenaga kesehatan, dan akademisi di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik surrogacy berpotensi melanggar prinsip etika medis, yaitu otonomi, benefisensi, non-malefisensi, dan keadilan. Praktik ini juga membuka peluang untuk eksploitasi terhadap perempuan. Dari sudut hukum positif, surrogacy dilarang di Indonesia karena melibatkan pihak ketiga dalam proses reproduksi. Di sisi lain, dalam perspektif hukum Islam, praktik ini ditolak karena bertentangan dengan maqasid al-syari’ah, terutama hifz al-nasl yang menjaga kejelasan keturunan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa praktik surrogacy tidak direkomendasikan di Indonesia karena lebih banyak menimbulkan mudarat daripada manfaat. Penelitian ini memberikan implikasi untuk penguatan kebijakan etika, perlindungan perempuan, dan kepastian hukum dalam penggunaan teknologi reproduksi berbantu
Downloads
References
Achmad Beadie Busyroel Basyar. “Perlindungan Nasab Dalam Teori Maqashid Syariah.” MAQASHID Jurnal Hukum Islam 3, no. 1 (2020): 1–16.
Akangah, Rosaline, Amanda Debuo Der, Promise Emmanuel Sefogah, and John Ganle. “Socio-Ethical and Legal Issues Regarding Surrogacy in Ghana: A Qualitative Study.” Reproductive Health 22, no. 1 (2025).
Akter, Shaima, Md Mushtahid Salam, Rabeya Yousuf, Abu Kholdun Al Mahmood, and Abdus Salam. “Ethical Principles in Medicine: A Deeper Reflection on Autonomy, Beneficence, Nonmaleficence, and Justice in Current Medical Practice.” International Journal of Human and Health Sciences (IJHHS) 9, no. 3 (2025): 139–142.
Cheraghi, Rozita, Leila Valizadeh, Vahid Zamanzadeh, Hadi Hassankhani, and Anahita Jafarzadeh. “Clarification of Ethical Principle of the Beneficence in Nursing Care: An Integrative Review.” BMC Nursing 22, no. 1 (2023): 1–9.
Dielasy Budiarti, and Yandi Saputra. “Perlindungan Hukum Ibu Pengganti (Surrogacy) Di Indonesia: Menimbang Hak Reproduksi, Kepentingan Anak, Dan Martabat Perempuan.” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 4, no. 4 (2025): 615–622.
Fadhilah, Nur, Ahmad Musonnif, and Muhammad Nurravi Alamsyah. “Reconciling Surrogacy with Islamic Ethics: Maqāṣid Al-Sharīʿa, Ijtihad, and Contemporary Legal Debates.” Sakina: Journal of Family Studies 9, no. 2 (2025): 165–186.
Fry, Maxwell. “Autonomy and Its Limits.” Voices in Bioethics 10 (2024).
Grasso, Ricci. “Balancing Autonomy and Beneficence: Exploring the Complexities of Health Ethics.” J Public Health Policy Plan 9, no. 3 (2023): 179. https://www.alliedacademies.org/articles/balancing-autonomy-and-beneficence-exploring-the-complexities-of-health-ethics.pdf.
Horsey, Kirsty. “The Future of Surrogacy: A Review of Current Global Trends and National Landscapes.” Reproductive BioMedicine Online 48, no. 5 (2024): 103764. https://doi.org/10.1016/j.rbmo.2023.103764.
Hussein, Folorunsho Ahmad, Abdulraheem Taofeeq Abolaji, and Abdulsalam Sodiq. “Maqāṣ Id Al- Sharī ʿ Ah and the Ethics of Surrogacy : A Critical Appraisal of Lineage and Legal Certainty in Contemporary Islamic Law The Advancement of Assisted Reproductive Technologies ( ARTs ) Has Reshaped The” 7, no. 2 (2025): 157–175.
Luo, Y., and Y. Zhang. “Healthcare Professionals and Unregulated Commercial Surrogacy in China: Ethical and Legal Challenges.” Journal of Bioethical Inquiry 22, no. 2 (2025): 225–231.
Nisha, Zairu. “Negotiating ‘Surrogate Mothering’ and Women’s Freedom.” Asian Bioethics Review 14, no. 3 (2022): 271–285. https://doi.org/10.1007/s41649-022-00205-6.
Nur Aksa, Fauzah, Herinawati, Muhammad Tahmid, and Siska Mona Widia. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Teknologi Bayi Tabung Dan Surrogacy: Kajian Normatif Berdasarkan Maqasid Al-Syari’ah.” Palita: Journal of Social Religion Research 10, no. 1 (2025): 51–62.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Teknologi Reproduksi Berbantu.
Putra, R. A., Lillah, A. S., Razi, A. T. F., & Aziz, M. A. “Infertilitas, Teknologi Reproduksi Berbantu, Dan Penggunaan Kecerdasan Buatan: Suatu Tinjauan Etika Kedokteran.” 9, no. 1 (2011): 23–28.
Rina, Novia. “Surrogacy Practices in the Legal Dilemma of the Reproductive Technology Era in Indonesia.” USRATY: Journal of Islamic Family Law 3, no. 1 (2025).
Saniei, Mansooreh, and Mehdi Kargar. “Modern Assisted Reproductive Technologies and Bioethics in the Islamic Context.” Theology and Science 19, no. 2 (2021): 146–154.
Shenfield, Francoise, Basil Tarlatzis, Guiliana Baccino, Theofano Bounartzi, Lucy Frith, Guido Pennings, Veerle Provoost, Nathalie Vermeulen, and Heidi Mertes. “Ethical Considerations on Surrogacy.” Human Reproduction 40, no. 3 (2025): 420–425.
Siniora, Dina Nasri, and Olinda Timms. “Surrogacy as a Teaching Tool in Bioethics: A Systems Approach.” International Journal of Ethics Education 10, no. 2 (2025): 359–371. https://doi.org/10.1007/s40889-025-00217-4.
Solis Sánchez, Gonzalo, Guillermo Alcalde Bezhold, and Iciar Alfonso Farnós. “Ética En Investigación: De Los Principios a Los Aspectos Prácticos.” Anales de Pediatría 99, no. 3 (2023): 195–202.
Sujadmiko, Bayu, Novindri Aji, Leni W. Mulyani, Syawalluddin Al Rasyid, and Intan F. Meutia. “Surrogacy in Indonesia: The Comparative Legality and Islamic Perspective.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 79, no. 1 (2023): 1–8.
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Wyns, C., Ch De Geyter, C. Calhaz-Jorge, M. S. Kupka, T. Motrenko, J. Smeenk, C. Bergh, et al. “ART in Europe, 2017: Results Generated from European Registries by ESHRE.” Human Reproduction Open 2021, no. 3 (2021): 1–20.
Zulfahmi, Zulfahmi, Asrofi Asrofi, and Suroto Suroto. “A Review of Islamic Law on the Practice of ‘Tumpang Rahim’ Based on Maqāṣid Al-Syarī’ah and Contemporary Scholars.” MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum 4, no. 2 (2024): 231–246.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elsya Jaisi Oktorra, Fitriyani, Reva Sri Puspita, Revana Putri Amanda, Siti Nurcholisa, Tedi Supriyadi, Akhmad Faozi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



